Arti dan makna bacaan Shalat
perlu kita pahami secara menyeluruh, dengan memahami apa yang kita baca, maka Shalat
yang kita lakukan bisa lebih khusyu dan lebih bermakna. Sebaliknya, jika kita
tidak mengerti apa yang kita baca dari bacaan Shalat, maka pikiran akan lebih
mudah terisi oleh lintasan pikiran-pikiran keduniawian tentang kesibukan kita
sehari-hari, dengan kata lain dapat mengganggu kekhusyuan Shalat itu sendiri..
Shalat yang tidak dilandasi dengan pemahaman arti merupakan salah satu ciri
ketidaksempurnaan dalam Shalat. Allah SWT sendiri menyuruh kita untuk mengerti
dan paham tentang arti dan makna bacaan shalat, sesuai dengan Firman yang
disampaikanNya dalam Al-Quran Surat An-Nisa ayat 43, berikut ini,
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَقْرَبُواْ الصَّلاَةَ وَأَنتُمْ سُكَارَى حَتَّىَ
تَعْلَمُواْ
Yaa ayyu halldziina
aamanuu laataqrobusholaata wa’angtum tsukaaro hatta ta’lamu
Artinya : “Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan
mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan…” (QS. An-Nisa : 43)
Paham tidaknya seseorang terhadap bacaan
di dalam Shalatnya sama sekali tidak ada kaitannya dengan sah atau tidaknya Shalat
yang dilakukan. Artinya, memahami arti bacaan shalat tidak termasuk Rukun Shalat,
juga tidak termasuk syarat sahnya Shalat, sehingga asalkan benar bacaannya,
maka kewajibannya terhadap Shalat tersebut telah terpenuhi.
Namun, alangkah
ruginya jika kita melakukan ibadah Shalat tapi tidak paham dengan apa yang
diucapkan dalam isi bacaan Shalat. Sebab Shalat itu sendiri adalah sebuah
dialog antara seorang hamba dengan Sang Khaliq. Itulah mengapa Shalat yang
dilakukan ini terasa kurang khusyu' dan kurang memiliki makna. Hal ini juga
barangkali yang menyebabkan seringkali kita berperilaku yang bertentangan
dengan ajaran Allah SWT yang telah ditetapkan, istilah gaulnya STMJ (Sholat
Terus Maksiat Jalan) meski kita sering Shalat 5 waktu tapi hanya sekedar melakukan kegiatan rutin yang
tanpa makna
Jika
kita sudah memahami arti dan makna dari bacaan shalat, maka Insya Allah Ibadah
Shalat kita akan menjadi lebih baik, penuh penghayatan serta kehadiran hati
kepada Allah menjadi lebih berkesan lebih khusuk dan kita pun akan dapati
kenikmatan di dalam sholat itu sendiri, yang berimbas kepada
perilaku kita menjadi lebih baik (berakhlakul karimah), sesuai dengan apa yang
diharapkan Allah SWT kepada kita selaku Manusia yang menjadi hamba-Nya, Maka
keberuntunganlah yang akan Manusia tersebut dapatkan, seperti yang di
Firmankan-Nya berikut ini.
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ
هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ
Qod aflahal
mu’minuunalladziina hum fii sholaatihim khoosyi’uuna walladziinahum anillaghwi
mu’riduun
Artinya :
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang
khusyu' dalam Shalatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan
dan perkataan) yang tiada berguna.” (QS. Al-Muminun 1-3)
Dari ayat tersebut maka dapatlah kita menarik kesimpulan
bahwa bagi siapapun yang ingin mendapatkan kebahagiaan yang hakiki mulailah
untuk melihat kembali bagaimana kualitas Shalatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar